Djokolelono, widely known as Eyang, is an Indonesian author who has been a prominent voice in children’s literature since the 1970s. Considered a master of Indonesian science fiction, his 1976 novel Jatuh ke Matahari is regarded as one of the country’s earliest works in the genre, with ideas that were remarkably ahead of their time. He is also the author of Seri Penjelajah Antariksa, republished by KPG in 2015, and Astrid, republished by KPG in 2025. Several of his other works have also been reissued by KPG as part of the Seri Klasik Semasa Kecil, including Terlontar ke Masa Silam, Pak Gangsir Juru Ramal Istana, Genderang Perang dari Wamena, and Hancurnya Jembatan Beru. Still actively writing today, he has recently published the illustrated books Sepatu Berkucing and Sepatu Bola Ngatemin with BIP.
Djokolelono, yang dikenal luas dengan sapaan Eyang, adalah penulis Indonesia yang telah menjadi salah satu sosok penting dalam dunia sastra anak sejak tahun 1970-an. Dianggap sebagai maestro fiksi ilmiah Indonesia, novelnya Jatuh ke Matahari (1976) dikenal sebagai salah satu karya fiksi ilmiah paling awal di Indonesia, dengan gagasan yang jauh melampaui zamannya. Ia juga menulis Seri Penjelajah Antariksa, yang diterbitkan ulang oleh KPG pada 2015, serta Astrid, yang diterbitkan ulang oleh KPG pada 2025. Sejumlah karyanya yang lain juga telah diterbitkan kembali oleh KPG dalam Seri Klasik Semasa Kecil, termasuk Terlontar ke Masa Silam, Pak Gangsir Juru Ramal Istana, Genderang Perang dari Wamena, dan Hancurnya Jembatan Beru. Hingga kini, ia masih aktif menulis dan baru-baru ini menerbitkan buku cerita berilustrasi Sepatu Berkucing dan Sepatu Bola Ngatemin bersama BIP.