Aleta Baun is an Indonesian environmental activist and Indigenous leader of the Mollo people, who led the resistance against mining in the Indigenous Mollo territory on Timor Island, East Nusa Tenggara. Daughter of an amaf, wife of a teacher and a mother herself, she organised hundreds of villagers to occupy a marble mining site through weaving, a hard-fought struggle that went on to reshape the course of her life. Her work has earned her several honours, including the Goldman Environmental Prize in 2013, the Saparinah Sadli Award in 2007, the Anak Flobamora Award in 2014, the Partai Kebangkitan Bangsa Award in 2014 and the Yap Thiem Hien Award in 2016, and in 2017 she donated her Goldman Environmental Prize award to establish an endowment fund, the Mama Aleta Fund.
Aleta Baun adalah seorang aktivis lingkungan dan pemimpin adat Indonesia dari masyarakat Mollo, yang memimpin penolakan terhadap penambangan di wilayah adat Mollo, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Sebagai anak seorang amaf, istri seorang guru, dan seorang ibu, ia mengorganisir ratusan penduduk desa untuk menduduki lokasi penambangan marmer melalui aksi menenun, sebuah perjuangan berat yang kemudian mengubah perjalanan hidupnya. Perjuangannya telah membawanya meraih berbagai penghargaan, di antaranya The Goldman Environmental Prize pada 2013, Saparinah Sadli Award pada 2007, Anak Flobamora Award pada 2014, Partai Kebangkitan Bangsa Award pada 2014, dan Yap Thiem Hien Award pada 2016, dan pada 2017 ia mendonasikan penghargaan The Goldman Environmental Prize tersebut untuk mendirikan dana abadi, Mama Aleta Fund.
































